Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Senin, 23 April 2018
 
Silaturahmi Rektor dengan Sejumlah Pemred
UIR Dipujikan, Kini Menjelma Jadi PTS Terbesar
Jumat, 05 Januari 2018 - 20:00:21 WIB

TERKAIT:
 
  • UIR Dipujikan, Kini Menjelma Jadi PTS Terbesar
  •  

    toRiau-Dengan jumlah mahasiswa mencapai 26.000 orang dan dididik oleh 450 tenaga dosen, di antaranya 11 orang guru besar atau profesor, Universitas Islam Riau (UIR) kini telah menjelma menjadi sebuah Perguruan Tinggi terbesar di kawasan Sumatera. Tata kelola kampus yang sangat apik dan asri, membuat PTS ini patut untuk dipujikan.

    Demikian benang merah yang disimpulkan toRiau.co, dalam diskusi dan silaturahmi antara pimpinan Universitas Islam Riau dengan para Pemimpin Redaksi berbagai media massa di ruang rapat Gedung Rektorat UIR, Jumat (5/1/2018) siang tadi.

    Dalam silaturahmi yang berlangsung hampir 3 jam itu, dari UIR langsung dipimpin Rektor Profesor Dr. H. Syafrinaldi LC MCL beserta wakil Rektor dan jajarannya. Sementara dari media massa baik cetak dan online serta televisi, tercatat hadir sebanyak 15 orang pemimpin redaksi dan pengambil kebijakan.
     
     Acara dibuka dengan perkenalan yang dipandu humas UIR, Dr.H.Syafriadi SH MH. Syafriadi terlebih dahulu memperkenalkan para petinggi media satu persatu. Mulai dari Yuki Chandra, Pemred Madany yang juga dipercaya menjadi Ketua Forum Pemred Riau,  Pemred berazam Yanto Budiman, Pemred tirastimes, Fakhrunnas MA Jabbar, Rinaldi Wakil Pemimpin Redaksi Harian Tribun Pekanbaru, Pemred toRiau.co Tun Akhyar, Pemred detakRiau.com Zulmiron, Hermanto Ansam Pemred GoRiau, Junaidi Pemred Bertuahpos.com, Bambang Suwarno Pemred RTV, Pemred Riau Pos  M. Hafiz, Pemred riaumandiri.co Moh Moralis dan Pemred Harian Vokal H Dheni Kurnia.

    Kemudian Rektor Prof Syafrinaldi gantian memperkenalkan satu persatu jajarannya. Ada wakil Rektor I, Dr. H. Syafhendry, M.Si, Wakil Rektor II, Ir. Asrol, M.Ec, Wakil Rektor III, Ir. Rosyadi MSi, Direktur Pasca Sarjana Saipul Bahri, MEc, Dekan Faperta Dr Ir Ujang Paman MAgr, serta sejumlah tenaga pengajar lainnya.

    Usai perkenalan, Syafrinaldi memaparkan sejarah berdirinya UIR. Rektor dari masa ke masa. "Saya belum lahir UIR sudah ada. Di usianya yang ke-56 ini, saya merupakan rektor ke lima," kata Syafrinaldi membuka pembicaraan tentang UIR yang didirikan tahun 1962 silam.

    Secara rinci, Rektor Syafrinaldi kemudian menjelaskan tentang UIR yang saat ini memiliki 26 ribu mahasiswa. Sedangkan jumlah dosen tetap+kontrak=450 orang. Jumlah dosen berdasarkan status: dosen PNS UIR 51 orang, dosen Yayasan UIR 322 orang, dosen kontrak 77 orang. Sementara berdasarkan jenjang pendidikan jumlah dosen berpendidikan S1 satu orang, S2 370 orang serta S3 79 orang.

    Posisi UIR saat ini di tingkat nasional, kata Syafrinaldi, berada di peringkat 137 dari total 4.000 PTN/PTS di tanah air dengan skor 190. Ia berharap tahun 2019, UIR akan mampu menempati peringkat 100 nasional. "Tahun depan, mudah-mudahan UIR akan dapat mengantongi akreditasi A. Saat ini berstatus akreditasi B," uja Rektor.

    Kerjasama

    Kekuatan yang dimiliki UIR ini, kata Syafrinaldi, kalau tidak dikemas dalam sebuah visi dan persepsi serta kerjasama yang baik antar seluruh sumberdaya yang ada, tidak akan tercapai dengan baik.

    "Tagline kita, Bersama kita bisa. Inilah yang kita terapkan selama ini. Sebab kalau bekerja hanya satu orang mustahil akan mendapat hasil yang baik. Tapi kalau kita kerjakan bersama-sama, yakinlah, hasilnya pasti bagus," kata Syafrinaldi.

    Dari diskusi yang berkembang, Syafrinaldi menjawab tuntas sejumlah pertanyaan ataupun saran dari pimpinan media. Mulai dari branding hingga tidak paralelnya lulusan Universitas dengan dunia kerja.

    Kalangan pemimpin media juga sangat memujikan langkah dan upaya yang dilakukan Rektor bersama jajarannya dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. Pujian dan ketidakpercayaan dengan capaian yang sudah diraih UIR, juga banyak terlontar dari mulut kalangan pemimpin redaksi di Riau yang baru pertama kali diundang perguruan tiinggi di Riau untuk program silaturahmi dan tukar fikiran.

    Soal tidak paralelnya lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja, menurut Syafrinaldi merupakan persoalan nasional, dimana angka pengangguran terdidik naik setiap tahunnya. Beda dengan di UIR yang sebagian besar lulusannya bukan berlatar belakang teknis atau lulusan yang implementatif. Meskipun demikian, lanjut Syafrinaldi, pihaknya tetap memberikan bekal kepada lulusan sebelum mereka di wisuda.

    Memang sejak UIR dipimpin Profesor Syafrinaldi banyak capaian-capaian yang cukup spektakuler yang membanggakan Civitas Akademika. Baru baru ini, UIR sukses mengukir dua prestasi sekaligus, yakni diperolehnya status akreditasi A untuk program studi Ilmu Administrasi pascasarjana, dan diraihnya ISO 9001:2015 oleh Fakultas Agama Islam (FAI).

    Syafrinaldi memuji terobosan FAI yang dianggapnya terbilang luar biasa karena mampu memenuhi sejumlah catatan yang disarankan Team Leader BSI (British Standarts Institution)sehingga tidak ditemukan lagi ketidaksesuaian dalam pengintegrasian manajemen. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada team leader yang dalam beberapa hari telah menghabiskan waktu melakukan pemeriksaan manajemen Fakultas Agama Islam.

    Sebagai Pimpinan Universitas, katanya, ia memang berkomitmen untuk meningkatkan performa fakultas-fakultas yang ada di UIR. Setelah Fakultas Hukum yang memperoleh ISO pada April lalu, kini FAI. Besok dan seterusnya fakultas-fakultas lain, dan diharapkan seluruh fakultas  di lingkungan UIR telah berstandar internasional.

    “Raihan ISO 9001:2015 yang diremendasikan team leader BSI merupakan langkah nyata Fakultas Agama Islam mendukung sekaligus mempertahankan capaian akreditasi. Ini bukan semata keberhasilan FAI tetapi sekaligus UIR,” kata Syafrinaldi.

    Rektor berpesan kepada seluruh dosen dan karyawan supaya tidak hanyut dan terlena dengan capaian ISO. Sebaliknya menjadikan sertifikat ISO sebagai starting point berbuat lebih baik dan lebih tepat agar FAI terus berjaya di masa mendatang. Tugas kita ke depan, lanjut ahli HAKI ini, mempertahankan ISO.

    “Fakultas Hukum dan FAI akan menjadi contoh bagi fakultas-fakultas lain di lingkungan UIR dalam manajemen mutu dan peraihan ISO,” ujar Syafrinaldi. (tun)



     
    Berita Lainnya :
  • UIR Dipujikan, Kini Menjelma Jadi PTS Terbesar
  •  
    Komentar Anda :

     
    Foto Peristiwa
     
     
    Terpopuler +
    01 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    02 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    03 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
    04 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    05 13 Tahun Berdiri, Benarkah DPD RI Haknya Tak Terpenuhi?
    06 5-31 Agustus PLN Pekanbaru Berlakukan Pemadaman Listrik
    07 Golkar ke Andi-Suyatno, Deklarasi Diundur Selasa
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved