Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Selasa, 07 Juli 2020
 
Sampah Medis Bekas Penanganan Pasien Covid di Riau Ditangani Secara Baik, Kadis Kesehatan: Setahu Saya Dibuang ke Jakarta
Senin, 29 Juni 2020 - 15:06:49 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU - Sejak pandemi Covid-19 di Provinsi Riau dari Maret hingga Mei 2020, sampah medis bekas penggunaan penanganan pasien di seluruh kabupaten/kota telah ditangani secara baik.



Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliana Nazir, kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Senin (29/6/20).



Dalam penanganan limbah medis Covid-19, sebutnya, pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga.



"Limbah medis yang mengurusnya adalah pihak ketiga. Misalnya, untuk sampah medis di RS Awal Bros, yang mengurusnya adalah PT Langit Biru. Lebih tepatnya merupakan transporter," sebut Mimi.



Itu artinya, kata dia, kebijakan pemusnahan sampah medis Covid-19 ini ada di majemen rumah sakit.



Namun, setiap sampah medis Covid-19 di Riau diharuskan selalu dibuang ke luar Riau.



''Setahu saya, sesuai aturan sampah medis selalu dibuang ke Jakarta. Karena sesuai kesepakatan, di sana yang ada tempat pemusnahannya. Sedangkan, untuk sampah di rumah sakit lain, seperti contohnya di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, sama halnya dengan dirumah sakit lain," sebut Mimi.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, M Murod, menyatakan limbah infeksius yang telah dimusnahkan selama pandemi Covid-19 sebanyak 18 ton.



Berdasarkan hitungan pihaknya, untuk limbah infeksius dari 48 rumah sakit rujukan Covid-19 di Riau mengalami peningkatan yang signifikan.



"Awalnya hanya tiga ton di bulan Maret per bulan. Kemudian, ada peningkatan menjadi delapan ton di bulan April, dan 18 ton di bulan Mei. Itu total yang sudah  dimusnahkan," kata Murod.



Dari limbah infeksius yang termasuk limbah B3 ini, menurut dia, peningkatannya tidak hanya berasal dari rumah sakit saja. Akan tetapi, juga dari masker sekali pakai yang digunakan oleh masyarakat.



"Masker yang sekali pakai ini juga termasuk limbah infeksius. Sehingga, menjadi banyak dan digabung sampah dari rumah sakit dan bekas masyarakat.  Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker, limbah infeksius juga tentunya akan meningkat," ujar Murod. (man/kc)




 
Berita Lainnya :
  • Sampah Medis Bekas Penanganan Pasien Covid di Riau Ditangani Secara Baik, Kadis Kesehatan: Setahu Saya Dibuang ke Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 53 Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Jabodetabek
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    05 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
    06 Ditemukan Jejak Harimau Dekat Pemukiman di Pariaman
    07 Tolak Klaim Cina, Indonesia Kirim Tambahan Kapal Perang ke Natuna
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved