Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Senin, 16 Desember 2019
 
Habitat Makin Sempit, Harimau Terkam Dua Ekor Sapi di Pasaman
Selasa, 26 November 2019 - 15:32:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Habitat Makin Sempit, Harimau Terkam Dua Ekor Sapi di Pasaman
  •  

    SUMBAR - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman, Ade Putra melaporkan kejadian Harimau Sumatera menerkam dua ekor sapi ternak warga di Jorong (setingkat desa) Tarantang Tunggang Nagari Binjai kecamatan Tigo Nagari kabupaten Pasaman.

    Ade menyebut tim BKSDA Pasaman sudah mendatangi lokasi kejadian penyerangan Harimau Sumatera terhadap sapi ternak warga tersebut dan BKSDA memastikan satwa liar penyerang ternak tersebut adalah jenis Harimau Sumatera.

    "Hal ini diperkuat dengan hasil identifikasi lapangan yang menemukan tanda keberadaan berupa jejak yang terdapat di dalam dan sekitar kandang sapi," kata Ade, Selasa (26/11/2019).

    Selain membaca ada jejak, BKSDA juga melihat bekas luka pada bagian kaki sapi yang merupakan serangan harimau.

    Dua ekor sapi tersebut diketahui milik warga Jorong Tarantang Tunggang bernama Ridwan (55 tahun). Ridwan menemukan ternaknya terluka pada Minggu (24/11/2019) pagi di sekitar kandangnya. Ridwan melaporkan kejadian ini kepada BKSDA Resor Pasaman.

    Guna mengantisipasi kemunculan harimau itu kembali, BKSDA Pasaman melakukan patroli di sekitar lokasi pada sore sampai malam hari. BKSDA juga memasang tiga unit kamera trap tidak jauh dari pemukiman warga untuk memantau satwa liar yang dilindungi tersebut.

    Sebelum ini, BKSDA Pasaman juga melaksanakan penanganan konflik manusia dengan satwa liar yang menyerang ternak warga pekan lalu di Jorong Kampung Padang Nagari Aia Manggih Barat Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Di sana tercatat 4 ekor ternak kambing warga satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera.

    Tim BKSDA mengerahkan 7 orang personel dari Resor Pasaman yang melakukan pemantauan dan patroli sejak hari Rabu (6/11). Mereka juga memasang perangkap guna mengevakuasi satwa langka tersebut. Ade mengatakan tindakan ini diambil mengingat kejadian yang telah berulang.

    Pada Juli lalu, di dekat lokasi yang sama juga terjadi konflik antara manusia dan satwa liar. Sebanyak 14 ekor ternak warga dimangsa oleh satwa liar yang diduga jenis harimau Sumatera. Pada saat itu BKSDA melaksanakan pemasangan kamera penjebak (camera trap) sebanyak 4 unit untuk memantau keberadaan dan pergeralan satwa.

    Selain itu pengusiran juga dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian selama hampir satu pekan. Berdasarkan hasil pengamatan pada saat itu, satwa diketahui telah kembali ke habitatnya di hutan lindung Tonang Talul.

    "Salah satu penyebab terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar adalah menyempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan," ucap Ade.***/nai




     
    Berita Lainnya :
  • Habitat Makin Sempit, Harimau Terkam Dua Ekor Sapi di Pasaman
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
    05 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    06 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    07 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved