Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Minggu, 18 08 2019
 
Titik Api di Riau Turun Drastis, Tapi Kabut Asap Masih Parah
Jumat, 02 Agustus 2019 - 15:48:21 WIB
Foto udara Kota Pekanbaru, Riau, yang diliputi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada Kamis (1/8/2019).
TERKAIT:
 
  • Titik Api di Riau Turun Drastis, Tapi Kabut Asap Masih Parah
  •  

    toRiau - Data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Jumat (2/8/2029) pagi ini cukup melegakan. Dari 126 titik yang terpantau Kamis pagi kemarin, pagi ini sudah berkurang jauh menjadi 54 titik api.

    Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno kepada wartawan mengungkapkan, meski terjadi penurunan jumlah titik api yang cukup signifikan, namun kemungkinan terjadinya peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga sangat besar.

    Hal tersebut lantaran curah hujan yang sangat rendah saat ini di Riau. "Secara umum Riau dalam kondisi kering, sampai hari ini sudah 22 hari, hari tanpa hujan," katanya.

    Potensi peningkatan kembali karhutla itu juga terlihat dengan data titik api yang dirilis BMKG. Ternyata, dari 54 titik.api yang terpantau pukul 06.00 WIB tadi, sebanyak 32 di antaranya merupakan titik api baru. Pelalawan merupakan daerah yang memiliki titik api paling banyak (15), disusul Kabupaten Bengkalis (1), Rokan Hilir (tujuh), Indragiri Hilir (4), Kepulauan Meranti (1), Siak (1), Indragiri Hilir (4), dan Indragiri Hulu (3).

    Kondisi itu pula yang membuat kabut asap masih menyelimuti sejumlah daerah di Riau, dengan tingkat 'keterparahan' ada di Pelalawan, Dumai dan Pekanbaru. 

    Selimut kabut asap akibat karhutla telah menurunkan kualitas udara dan memperpendek jarak pandang di ketiga daerah itu.

    "Kota Pekanbaru jarak pandang pagi ini pukul 09.00 WIB terpantau empat kilometer. Di Pelalawan jarak pandang juga empat kilometer. Ini karena masih ada asap," kata Sukisno seperti diwartakan Antara pagi ini.

    Sementara jarak pandang di Kota Dumai masih dalam kisaran lima kilometer menurut BMKG Stasiun Pekanbaru.

    "Arah angin dari selatan dan di ekuator dibelokkan ke kanan. Itu yang bisa mengakibatkan saat terjadi asap, semoga ini tidak terjadi, itu bisa membawa asap sampai ke Malaysia dan Singapura," kata Sukisno. (**/ant)




     
    Berita Lainnya :
  • Titik Api di Riau Turun Drastis, Tapi Kabut Asap Masih Parah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    05 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    06 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
    07 IKMR Deklarasi Dukung Nomor 4, Basko: Menjadi Kewajiban Orang Minang Menangkan Andi Rachman
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved