Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Selasa, 07 Juli 2020
 
DPTPH Siapkan Riau 'Bertani' Guna Penuhi Penyediaan Pangan di New Normal
Selasa, 30 Juni 2020 - 10:38:46 WIB

PEKANBARU-Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Riau membuat terobosan baru dengan menyusun Road Map Penyediaan Pangan Daerah jelang penerapan New Normal.

Demikian dikatakan Kepala DPTPH Riau Syahfalefi, Senin (29/6/2020) di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru. Menurutnya, langkah ini sebagai upaya program jangka menengah dan panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Fokus komoditinya yaitu Padi, sebagai komoditas utama tanaman pangan. Kemudian, cabai sebagai komoditas penyangga laju inflasi daerah,"katanya.

Komoditi lainnya kata Falefi adalah manggis, nenas dan jeruk sebagai komoditas unggulan berbasis kawasan agribisnis yang berorientasi ekspor.

Khusus untuk padi lanjutnya, tengah dipersiapkan sebuah Gerakan “Riau Bertani" (Bergerak Tanam Padi-red), dengan Kostra Tani sebagai motor penggeraknya. Adapun fokus kegiatan utama adalah penggunaan benih unggul melalui penyediaan benih.

"Yaitu pengembangan penangkaran benih dan varietas unggul baru. Termasuk peningkatan Indeks Pertanaman melalui Fungsional Daerah Irigasi dan Daerah Irigasi Rawa, jaringan Irigasi Tersier, Embung, Tanggul dan Long Storage,"paparnya.

Pihaknya kata Falefi juga akan melakukan pengembangan Kawasan Padi Berbasis Korporasi 500-1000 hektare, dengan menyiapkan beberapa klaster Padi di sejumlah kabupaten. Antara lain, klaster Pelalawan, klaster Inhil dan klaster Rohil.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memperkuat jejaring distribusi pangan antar daerah, meningkatkan penyerapan pembiayaan pertanian melalui KUR dan Asuransi Usata Tani Padi (AUTP). Kemudian, pengembangan satu data peta lahan berbasis webgis yakni Sistem Informasi Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikutura Provinsi Riau (SIMPATI RIAU-red).

"Selain itu, gerakan diversifikasi pangan akan terus disosialiasikan. Terutama mempopulerkan bahan pangan pokok selain beras, dimana potensi olahan pangan dari sagu di Kepulauan Meranti yang telah mendunia terus kita kembangkan, begitu juga dengan potensi olahan talas ungu di Rokan Hilir,"bebernya.

Upaya penguatan ketahanan pangan juga dilakukan secara desentralisasi, dengan cara memperkuat lumbung pangan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Riau. Sementara upaya lainnya yang sangat penting adalah melakukan pengembangan pertanian modern melalui smart farming dan precision farming.

"Langkah strategis tersebut adalah sebagai upaya memupuk optimisme memasuki kondisi new normal di sektor pangan, tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi Riau. Produksi pertanian tidak boleh berhenti, meski saat ini dunia sedang dilanda pandemi,"harapnya.(f/mcr)









 
Berita Lainnya :
  • DPTPH Siapkan Riau 'Bertani' Guna Penuhi Penyediaan Pangan di New Normal
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 53 Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Jabodetabek
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    05 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
    06 Ditemukan Jejak Harimau Dekat Pemukiman di Pariaman
    07 Tolak Klaim Cina, Indonesia Kirim Tambahan Kapal Perang ke Natuna
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved