Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Selasa, 18 Juni 2019
 
Menghalau Stigma Negatif Perkebunan Sawit Riau Lewat FOKSBI
Rabu, 19 Juli 2017 - 14:35:46 WIB
Forum Kelapa Sawit.
TERKAIT:
 
  • Menghalau Stigma Negatif Perkebunan Sawit Riau Lewat FOKSBI
  •  

    toRiau-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Riau menggelar Pertemuan Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Tingkat Provinsi Riau tahun 2017 di Pekanbaru, Rabu (19/7).

    Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Riau  Masperi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Riau Ferry Hc, Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Didi Junaidi, Kementerian Pertanian UNDP, pemerintah provinsi dan kabupaten kota yang membidangi perkebunan, pimpinan perusahaan perkebunan swasta dari Fakultas Pertanian dari UR, UIR serta UNILAK.

    Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau Masperi, mengatakan forum ini merupakan wadah untuk menyelesaikan persoalan yang ada di bidang perkebunan sawit di Provinsi Riau.

    "Pemerintah Provinsi Riau mendukung sepenuhnya FOKSBI untuk segera dibentuk dan menyusun rencana aksinya, sehingga persoalan baik itu dalam hal lingkungan, tumpang tindih lahan dan lainnya melalui forum ini dapat terselesaikan," ujarnya.

    Lebih lanjut, Gubernur Riau berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan rencana aksi serta solusi yang dapat diimplementasikan di lapangan, sehingga kampanye negatif perkebunan kelapa sawit di Riau khususnya  dan di Indonesia umumnya dapat diatasi serta dapat mensejahterakan masyarakat Riau.

    Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Perkebunan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan dan Pemasaran hasil Kementerian Perkebunan Didi Junaidi, menjelaskan kelapa sawit merupakan komoditas penting yang memiliki berbagai  kegunaan baik industri pangan, serta industri  lainnya, yang minyak kelapa sawit tersebut di dalam  perdagangan Internasional memiliki daya saing yang tinggi, dibandingkan minyak lainnya.

    "Sehingga diperlukan penanganan yang serius dalam menjadikan industri kelapa sawit yang lebih baik, makan diperlukan kerjasama di semua pihak di bidang kelapa sawit untuk menjawab tantangan dan memajukan industri kelapa sawit nasional," ujarnya.

    Lebih lanjut, Dedi menjelaskan tujuan utama pertemuan ini membahas Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FOKSBI) tingkat Provinsi Riau yang nantinya terdapat Rencana Aksi Nasional Kelapa sawit Berkelanjutan, sehingga perlu adanya diskusi antara pemerintah serta  pemangku kepentingan di bidang kelapa sawit, nantinya dapat memberikan masukan terhadap FOKSBI dan Rencana aksi Nasional kelapa sawit berkelanutan tingkat Provinsi Riau. (mcr/adm)





     
    Berita Lainnya :
  • Menghalau Stigma Negatif Perkebunan Sawit Riau Lewat FOKSBI
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    05 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    06 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
    07 IKMR Deklarasi Dukung Nomor 4, Basko: Menjadi Kewajiban Orang Minang Menangkan Andi Rachman
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved