Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Rabu, 11 Desember 2019
 
Cagar Budaya Lokomotif Pekanbaru Kondisinya Seperti Besi Tua
Selasa, 03 Desember 2019 - 10:46:52 WIB

TERKAIT:
 
  • Cagar Budaya Lokomotif Pekanbaru Kondisinya Seperti Besi Tua
  •  

    PEKANBARU - Cagar budaya lokomotif yang ada di Jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru yang seharusnya mampu menjadi magnet orang untuk berkunjung, menceritakan bagaimana sejarahnya bisa ada di Kota Pekanbaru, saat ini kondisinya hanya seperti seonggok besi tua saja. 

    "Riau sendiri kaya akan budaya dan cagar budaya. Di Pekanbaru punya cagar budaya yang memiliki nilai sejarah seperti lokomotif. Tapi kenyataanya, lokomotif yang terletak di Jalan Kaharuddin Nasution seperti besi tua saja," sindir Gubernur Riau H Syamsuar, usai membuka acara Ruang Kita Festival 2019, Purna MTQ Pekanbaru.

    Tidak adanya kemasan sesuatu yang inovatif dan kreatif, membuat lokomotif tak bermakna apa-apa. Minimnya keingintahuan orang soal lokomotif yang sudah ada pada masa zaman penjajahan itu, diharapkan dapat dibenahi. 

    Lokomotif itu ke depan, harus mampu menjadi ikon sejarah kota bertuah yang belakangan menjelma menjadi kota madani. Jika cagar budaya bersejarah ini mampu menjadi ikon, maka diyakini akan memiliki nilai tambah. 

    Tidak hanya di Pekanbaru, daerah lainnya di Riau juga memiliki jejak lokomotif beserta bentangan relnya. Sayangnya, karena ketidakperdulian oleh pemerintah terkait, lagi-lagi seakan sejarah tak berjejak. 

    "Di Kuansing sendiri, juga dulu ada rel kereta api, tapi sekarang entah dimana relnya, yang harusnya bisa menjadi destinasi sejarah," ungkap Gubri.

    Selain itu, orang nomor satu di Riau ini juga mengatakan destinasi bersejarah lainnya yang harusnya bisa diangkat seperti benteng tujuh lapis di Rokan Hulu. Potensi destinasi yang  bisa dikembangkan dalam usaha meningkatkan pariwisata berbasis budaya, harus mendapatkan perhatian disamping meningkatkan berbagai potensi yang sudah ada. 

    Kemudian penggalakan kebudayaan tradisional juga harus ditumbuh kembangkan. Sebagian orang mungkin hanya kegiatan biasa. Tapi justru hal seperti itu yang ingin dilihat orang.

    "Orang ingin melihat keaslian. Setiap daerah tentu memiliki nilai budaya masing-masing.  Dan setiap daerah di Riau, mulai Tembilahan, Rohil dan daerah lainya memiliki cagar dan budaya. Cuma sayangnya tak dikemas," ujar mantan Bupati Siak tersebut.

    Lebih lanjut, orang nomor satu di Riau ini mendorong setiap kabupaten kota membuat tim cagar budaya. Hal itu dianggap penting untuk menginventatisir cagar-cagar budaya yang nantinya bisa dipajangkan untuk Riau. 

    "Sebenarnya pembentukan cagar budaya ini gampang kerjanya, dengan merekrut pakar-pakar budaya di daerah, kalau tidak ada, bisa kita ambil dari sini (provinsi), " ujar Syamsuar.***/mcr








     
    Berita Lainnya :
  • Cagar Budaya Lokomotif Pekanbaru Kondisinya Seperti Besi Tua
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
    05 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    06 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    07 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved