Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Minggu, 18 08 2019
 
15 PKM Rohil Terakreditasi, Puskesmas Bagan Batu Akan Jadi Role Mode
Senin, 13 Mei 2019 - 13:21:09 WIB
Peresmian Puskesmas Bagansiapiapi
TERKAIT:
 
  • 15 PKM Rohil Terakreditasi, Puskesmas Bagan Batu Akan Jadi Role Mode
  •  

    toRiau - Akreditasi puskesmas secara menyeluruh di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sudah menjadi target Pemkab Rohil melalui Dinas Kesehatan akan tercapai pada Tahun 2020. Saat ini sudah 15 Puskesmas mendapatkan akreditasi.  Dan salah satunya yang mendapatkan akreditasi Utama yaitu Puskesmas Bagan Batu yang direncanakan akan dijadikan Role Model.

    Bupati Rokan Hilir, H Suyatno sangat mendukung upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Rohil melalui Dinas Kesehatan dengan membangun hampir seluruh puskesmas di setiap Kecamatan baik melalui dana DAK atau Bankeu dari Propinsi. Selain itu, pihak dinas Kesehatan juga berusaha bagaimana memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan mengupayakan agar seluruh puskesmas terakreditasi.

    Bupati menilai bahwa akreditasi puskesmas merupakan  suatu upaya untuk menilai apakah system manajemen mutu dan system penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

    Suyatno juga mengatakan  bahwa agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik, baik kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan.  Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu,  serta dapat menjawab kebutuhan mereka.

    Oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam pengelolaan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta.

    Penilaian keberhasilan Puskesmas dapat dilakukan oleh  internal organisasi Puskesmas itu sendiri, yaitu dengan penilaian kinerja puskesmas  yang mencakup manajemen sumberdaya termasuk alat,  obat, keuangan dan tenaga, serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan, disebut sistem informasi manajemen Puskesmas (SIMPUS).

    Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.

    Kepala Dinas Kesehatan Rohil , Ners Dahniar, SKM, M.Kes mengatakan bahwa Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem  manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.


    Pendekatan yang dipakai dalam akreditasi Puskesmas adalah keselamatan dan hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas. Prinsip ini ditegakkan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan

    Pemkab Rohil melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir sudah mendapatkan jadwal penilaian akreditasi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) oleh tim surveyor diperkirakan mulai awal bulan Agustus 2018.

    Dari 20 puskesmas yang ada di Rohil sudah ada 8 puskesmas yang terakreditasi yakni pada tahun 2017 dan 7 puskesmas Tahun 2018 sisanya akan diakreditasi pada tahun 2019. Sementara ada 3 puskesmas lagi yang belum teregistrasi. Jadi dua puskesmas lagi akan diakreditasi pada 2019.

    Dari jumlah 20 puskesmas  dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Ners Dahniar, MKes, Pemkab Rohil melalui Dinas Kesehatan akan upayakan pada Tahun 2020 semua puskesmas sudah terakreditasi, saat ini jumlah yang sudah terakreditasi ada 15 puskesmas, 2 puskesmas lagi yang rencananya akan diakreditasi pada Tahun 2019. Sedangkan yang  3 puskesmas belum bias diakreditasi karena belum teregistrasi di pusat.

    Namun dalam proses Akreditasi Puskesmas kata Dahniar ada beberapa kendala yang tak bisa dielakan dalam persiapan akreditasi puskesmas diantaranya mengenai sarana dan fasilitas puskesmas yang dibangun sebelum terbitnya Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang puskesmas masih ada bangunan puskesmas yang tidak standart.

    Tapi mau tidak mau itulah kondisi yang ada dan ini perlu di justifikasi kepada tim surveyor bahwa itulah kondisi yang ada silakan dinilai, kecuali puskesmas yang dibangun diatas Tahun 2015 itu harus sesuai dengan standar.


    Puskesmas Panipahan Kecamatan Panipahan usai dilakukan penilaian oleh tim surveyor Tahun 2018.

    Sebelum dilakukan penilaian oleh tim surveyor, dijelaskan setiap puskesmas yang akan disertifikasi dilakukan pendampingan oleh tim pendamping dari puskesmas yang sudah mendapat sertifikasi dan dinas terkait untuk melakukan pendampingan bidang Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan managemen dengan cara berkesinambungan sampai puskesmas yang akan di sertifikasi siap untuk dinilai.

    Untuk persiapan akreditasi, puskesmmas yang harus dilakukan diantaranya pendampingan, penggalangan komitmen, workshop pemahaman standart nasional akreditasi, asesmen, pendampingan penyusunan dekumen, implementasi dokumen, penilaian pra akreditasi. Setelah itu workshop audit internal dan tinjauan managemen dan workshop tentang keselamatan pasien. Apabila semua persiapan sudah dilakukan pendampingan dan dilaksanakannya workshop barulah nanti didatangkan tim surveyor untuk melakukan penilaian.

    Puskesmas yang sudah terakreditasi pada Tahun 2017 diantaranya :

    1.    Puskesmas Sinaboi Akreditasi Madya – Tahun 2017.
    2.     Puskesmas Bagansiapiapi Akreditasi Madya – Tahun 2017.
    3.    Puskesmas Bagan Punak Akreditasoi  Madya – Tahun 2017.
    4.    Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan Akreditasi Madya – Tahun 2017.
    5.    Puskesmas Sedinginan Akreditasi Madya -Tahun 2017.
    6.    Puskesmas Balai Jaya Akreditasi Dasar. - Tahun 2017.
    7.    Puskesmas  Pujud Akreditasi Madya _ Tahun 2018.
    8.    Puskesmas  Bangko Jaya Akreditasi Madya – Tahun 2018.

    Sementara pada Tahun 2018 ada 7 puskesmas  yang juga sudah terakreditasi. Dari  ke 7 puskesmas tersebut satu puskesmas  memperoleh akreditasi Utama:
         
    1.    Puskesmas Panipahan.
    2.    Puskesmas Bangko Kanan.
    3.    Puskesmas Bagan Batu.
    4.    Puskesmas Simpang Kanan.
    5.    Puskesmas Rimba Melintang.
    6.    Puskesmas Bantaian.
    7.    Puskesmas Kubu Babusalam.

    Pemkab Rohil melalui Dinas Kesehatan Rohil sudah menargetkan pada Tahun 2020 seluruh Puskesmas akan terakreditasi. Dan salah satu puskesmas yaitu Puskesmas Bagan Batu akan dijadikan Role Model. (ADV/iwn)




     
    Berita Lainnya :
  • 15 PKM Rohil Terakreditasi, Puskesmas Bagan Batu Akan Jadi Role Mode
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    05 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    06 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
    07 IKMR Deklarasi Dukung Nomor 4, Basko: Menjadi Kewajiban Orang Minang Menangkan Andi Rachman
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved