Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Minggu, 18 08 2019
 
Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
Selasa, 01 Agustus 2017 - 13:10:23 WIB
Jasra Putra.
TERKAIT:
 
  • Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
  •  

    toRiau-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kasus bully terhadap siswi kelas X SMAN 1 Bangkinang, Riau Elva Lestari (16) yang berujung bunuh diri. KPAI ingin kasus serupa terulang dan mendesak pemerintah segera menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak.

    "Gejala bullying kan sudah meluas di sekolah-sekolah juga, maka kita minta kementerian terkait untuk melakukan percepatan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Di Sekolah Ramah Anak kan ada instrumen soal bagaimana guru bisa hadir di tengah-tengah siswanya," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra (Jas) dalam perbincangan, Selasa (1/8/2017).

    "Hadir dalam artian tidak sekadar mengajar, tapi hadir dalam artian mengetahui dan memahami bagaimana persoalan anak di kelas, di luar kelas, bahkan kalau perlu sampai di rumah," sambung Jas menjelaskan soal Sekolah Ramah Anak.

    Menurut Jas, Indonesia dapat mencontoh Jepang untuk menekan angka kasus bully di sekolah-sekolah. Di Jepang, ada semacam program home visit atau kunjungan guru ke rumah orang tua murid di sekolah-sekolah.

    "Kita lihat guru-guru di Jepang ada home visit dan seterusnya, ini tidak dilakukan. Sehingga, kejadian ini sangat kita sayangkan terulang lagi, apalagi di Riau baru 23 Juli kemarin baru melaksanakan Hari Anak Nasional," sebut Jas.

    Selain itu, Jas meminta pihak sekolah Elva melakukan kontrol terhadap murid-muridnya agar kasus bully dapat ditekan atau bahkan dihilangkan sama sekali. Untuk kasus Elva, Jas ingin pihak sekolah melakukan semacam upaya pencarian kebenaran.

    Ini kan korban, kita harus minta pihak sekolah menelusuri apakah benar nggak ini diejek teman-temannya. Kalau iya, kan anak-anak ini yang mengejek, harus direhab juga, harus diperhatikan jangan sampai ini terjadi lagi. Setiap sekolah dinas, termasuk dinas pendidikan harus melakukan pertemuan mengevaluasi secara menyeluruh," ujarnya.

    "Artinya, anak ini tetap kita lindungi, baik pelaku maupun korban," pungkas Jas. (dtc)




     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    04 Kasus Bully Siswi SMAN 1 Bangkinang Berujung Bunuh Diri, Begini Catatan KPAI
    05 Kadis PMD Kampar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Ruas Jalan Koto Panjang
    06 Tim Seleksi Panwas Buka Pendaftaran Anggota Buat Perhelatan Pilkada 2018
    07 IKMR Deklarasi Dukung Nomor 4, Basko: Menjadi Kewajiban Orang Minang Menangkan Andi Rachman
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved