Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Rabu, 23 September 2020
 
KPK Panggil Kadisbun Riau Terkait Kasus Suap Alih Fungsi Hutan
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:01:52 WIB

TERKAIT:
 
 

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Panggi  Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau Zulfadli terkait kasus suap izin pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014.

Zulfadli akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara Surya Darmadi/pemilik PT Darmex Group dan PT Duta Palma (SUD).

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUD," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (29/7/2020).

Mengutip bisnis.com, dalam kasus ini KPK juga sempat memanggil mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Zulkifli Hasan (Zulhas). Nama Zulhas sempat disebut dalam konstruksi perkara ini.

Pada 9 Agustus 2014 Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau saat itu Annas Maamun.

Dalam surat itu, Menteri Kehutanan membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan revisi bila ada kawasan yang belum terakomodir melalui pemerintah daerah.

Seperti diketahui, KPK pada 29 April 2019 telah mengumumkan tiga tersangka terdiri dari perorangan dan korporasi, yakni PT Palma, Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 Suheri Terta (SRT), dan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma Surya Darmadi (SUD).

Adapun hubungan antara korporasi dengan dua orang tersangka lainnya, yaitu diduga pertama, perusahaan yang mengajukan permintaan pada mantan Gubernur Riau Annas Maamun diduga tergabung dalam Duta Palma Group yang mayoritas dimiliki oleh PT Darmex Agro.

Surya diduga juga merupakan "beneficial owner" PT Darmex Agro dan Duta Palma Group, sedangkan Suheri merupakan Komisaris PT Darmex Agro dan orang kepercayaan Surya, termasuk dalam pengurusan perizinan lahan seperti diuraikan dalam kasus ini.

Dalam penyidikan itu, diduga Surya merupakan "beneficial owner" PT Palma Satu bersama-sama Suheri Terta selaku orang kepercayaan Surya daIam mengurus perizinan terkait lahan perkebunan milik Duta Palma Group dan PT Palma Satu dan kawan-kawan sebagai korporasi yang telah memberikan uang Rp3 miliar pada Annas Maamun terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014.

Karena tersangka Surya diduga merupakan "beneficial owner" sebuah korporasi, dan korporasi juga diduga mendapatkan keuntungan dari kejahatan tersebut, maka penanggungjawaban pidana selain dikenakan terhadap perorangan juga dapat dilakukan terhadap korporasi.

Perkara itu merupakan pengembangan dari hasil OTT pada 25 September 2014 lalu. Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang dengan total Rp2 miliar dalam bentuk Rp500 juta dan 156 ribu dolar Singapura kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Dua tersangka itu, yakni Gubernur Riau 2014 - 2019 Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Gulat Medali Emas Manurung.(*)





 
Berita Lainnya :
 
Komentar Anda :

 
Terpopuler +
01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
02 53 Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Jabodetabek
03 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
04 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
05 Pengunjung Padati Lapas Bengkalis Sempena Idul Fitri
06 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
07 Ditemukan Jejak Harimau Dekat Pemukiman di Pariaman
 
 
 
 
Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
© 2016-2020 toRiau, all rights reserved