Aset Terminal Gerbangsari di Jalan Lintas timur Kabupaten Indragiri Hulu, semakin hancur dan  tidak terurus." />
Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Jumat, 25 Juni 2021
 
Terminal AKAP Gerbang Sari Inhu Menunggu Hancur, Tak Terurus dan Menyemak
Sabtu, 23 Juni 2018 - 18:23:14 WIB

toRiau - Aset Terminal Gerbangsari di Jalan Lintas timur Kabupaten Indragiri Hulu, semakin hancur dan  tidak terurus.


Dikutip dari hasil pantauan wartawan Antara, Sabtu (23/6/2018), terlihat rumput panjang memenuhi semua lingkungan itu. Sejumlah masyarakat kecewa melihat kondisi terminal dan berharap perhatian pemerintah.


"Instansi terkait sepertinya mengabaikan pengelolaan aset tersebut," kata masyarakat Indragiri Hulu Sarmani (53) dan Adek (52) di Rengat.


Pemerintah Indragiri Hulu tidak bisa berbuat banyak terkait pengelolaan aset Terminal Gerbangsari tersebut. Buktinya hingga saat ini terabaikan. Jika dihitung semua bangunan bernilai mencapai puluhan miliar rupiah. Ke depan uang negara yang habis untuk membangun akan hilang.


Instansi Pemerintah Pusat juga terlihat tidak pernah memperioritaskan program pemanfaatan fungsi terminal lintas timur itu, sehingga semua kendaran baik bus antara provinsi maupun AKAP enggan masuk terminal, karena tidak ada ketegasan.


"Padahal jika dimanfaatkan dengan baik terminal itu adalah salah satu yang bisa menambah pendapatan," sebutnya.


Masyarakat akan tertolong dengan membuat beragam usaha di lingkungan terminal. Namun sudah mencapai puluhan tahun tidak bisa difungsikan. Terminal itu malah terlihat kumuh, hingga saat ini tumbuhan liar dan pohon kecil tumbuh subur memenuhi lingkungan itu.


Warga Pematang Reba, Ichwan sangat menyayangkan Terminal Gerbangsarai terabaikan. Semua pihak mestinya peduli. Saat ini saja banyak aset yang hancur. Padahal untuk membangun ulang puluhan miliar rupiah APBD ataupun APBN tersedot untuk itu.


"Pemerintah Pusat harus tegas, terminal itu milik kabupaten, provinsi atau pusat," ujarnya.


Rengat Barat adalah pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Terminal adalah salah satu upaya menghidupkan perekonomian masyarakat. Jika dibiarkan saja maka semua pihak yang rugi bahkan, ke depan kondisinya semakin menjadi hutan.


Berkaitan dengan pengelolaan terminal yang dinilai minim, instansi terkait belum dapat dikonfirmasi, namun semua pihak berharap kondisi dan pengelolaan terminal Gerbangsari harus optimal, karena itu adalah aset negara.


Pengamat Transportasi Daerah (PTD), Lubis mengatakan, jika semua kendaraan, baik bus antar kota maupun provinsi diwajibkan masuk terminal, maka kondisinya tidak seperti sekarang ini. Selain tidak terurus juga bangunan banyak yang hancur.


"Jika instansi terkait tidak mampu sebaiknya diserahkan saja kepihak ketiga," pintanya.


Karena, itu adalah aset negara yang nilainya lebih dari puluhan miliar, dengan hidupnya terminal, pasar dibelakangnya maka ekonomi masyarakat Rengat Barat semakin membaik. (ant/tun)





 
Berita Lainnya :
 
Komentar Anda :

 
Terpopuler +
01 Pengunjung Padati Lapas Bengkalis Sempena Idul Fitri
02 Dua Pasien Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh, 4 Masih Dirawat
03 Spirit Ramadhan Bagi Kaum Ibu
04 Diduga Tabung Gas Meledak, Rumah Warga Desa Kepenuhan Timur Ludes
05 Begini Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi
06 Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik Rp 6.000 per Gram
07 Prediksi Final Liga Champions, Juventus Vs Real Madrid
 
 
 
 
Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
© 2016-2020 toRiau, all rights reserved