Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Rabu, 21 Oktober 2020
 
Belum Dilindungi LPSK, 30 Saksi Prabowo-Sandi untuk Sidang MK Terpaksa Berpindah-pindah di Jakarta
Minggu, 16 Juni 2019 - 18:04:26 WIB
Jubir Pemenangan Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. 

toRiau - Tim hukum BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkonsultasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menjamin keamanan bagi saksi dan ahli yang akan dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menyebut setidaknya sudah ada 30 saksi yang bersedia memberikan keterangan di persidangan asal BPN menjamin keamanan mereka setelah sidang berakhir.

Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengatakan saat ini keberadaan saksi-saksi mereka itu sudah bocor. Menurutnya, para saksi yang saat ini berada di Jakarta demi menghadapi sidang MK pada Selasa (18/6), terpaksa berpindah-pindah.

"Intinya saksi-saksi kami itu keberadaannya sudah bocor. Saksi itu sudah di Jakarta, ada di beberapa tempat, kan bocor sudah. Jadi berpindah-pindah saksi ini. Akhirnya minta perlindungan ke LPSK," ujar Andre dihubungi kumparan, Minggu (16/6/2019). 

"Jadi karena yang kita hadapi itu dengan segala hormat kan bukan TKN ya, makanya kan kita bilang ada dugaan TSM (terstruktur, sistematis, masif) ada abuse of power," ujar Andre.

Merasa saksi terancam inilah yang menjadi alasan BPN minta perlindungan LPSK. Namun, LPSK menurut Andre, mau terlibat jika MK merestui. Saat ini ia mengaku sudah mengirimkan surat tersebut kepada MK. 

"LPSK memberikan saran karena keterbatasan undang-undang, kewenangan berdasarkan undang-undang kita kirim surat ke MK agar MK merestui LPSK terlibat. Nah kalau MK menyetujui, LPSK akan maju," jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan saksi-saksi mereka itu siap untuk mengikuti sidang MK. Saksi itu terdiri dari saksi fakta hingga saksi ahli, namun ia enggan memberi bocoran demi alasan keamanan. 

"Ya saksi itu akan muncul, kita punya saksi baik fakta maupun ahli," lanjutnya. 

BPN juga meminta agar kesaksian dilakukan menggunakan sejumlah metode LPSK. Misalnya bersaksi dari jarak jauh menggunakan telekonferensi, berbicara di ruangan ditutupi tirai hitam untuk menyamarkan lokasi saksi, hingga menyamarkan sejumlah informasi tentang saksi demi keselamatan pribadi. 

Metode perlindungan ini menurutnya juga mesti diterapkan kepada hakim MK agar tidak ada intervensi dalam memutuskan sengketa Pilpres 2019. "Tim hukum Prabowo-Sandi juga mendorong agar LPSK turut melindungi dan menjamin keamanan seluruh hakim MK agar terlepas dari bentuk intervensi dan ancaman dalam memutuskan sengketa Pilpres 2019," tegasnya. (**/rmol)




 
Berita Lainnya :
 
Komentar Anda :

 
Terpopuler +
01 Pengunjung Padati Lapas Bengkalis Sempena Idul Fitri
02 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
03 53 Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Jabodetabek
04 Begini Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi
05 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
06 Spirit Ramadhan Bagi Kaum Ibu
07 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
 
 
 
 
Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
© 2016-2020 toRiau, all rights reserved