Pengungsi Banjir Bandang Solok Selatan Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Banjir Bandang Solok Selatan
SOLSEL - Pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, saat ini mulai terserang berbagai macam penyakit di pengungsian. Ada yang terkena Infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), demam, diare, gatal-gatal dan sakit kepala.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, bahkan ada kondisi sakit pengungsi yang parah, kemudian dirawat di rumah sakit.

"Tapi sekarang sudah pulang, selebihnya masih bisa ditangani di pengungsian di Sapan Salak,” katanya.

Novirman juga menyebut jika satu ambulan juga sudah disiagakan di Balai Adat Nagari Pakan Rabaa Timur. Sehingga suatu waktu ada yang parah bisa segera dibawa ke rumah sakit. Sedangkan untuk obat-obatan bagi pengungsi, sekarang masih mencukupi.

Saat ini posko bencana berpusat di Puskesmas Muaralabuh dan melayani korban bencana di empat kecamatan terdampak. Kemudian di setiap kecamatan tetap ada posko kesehatan yang berada di puskesmas masing-masing, yaitu puskesmas Pakan Rabaa, Muaralabuh, Pauah Duo dan Lubuk Gadang.

Khusus untuk daerah Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, ada empat bidan desa dan posko gabungan bencana dengan Puskesmas bertempat di Balai Adat yang merupakan salah satu lokasi pengungsian.

Setiap posko ada 5 orang petugas kesehatan disiagakan. Petugas kesehatan siaga dengan cara bergantian. Mereka terdiri dari dokter, bidan, dan perawat. Mereka berasal dari petugas puskesmas setempat dan ada yang dari Universitas Andalas.

“Kalau semuanya petugas ada sekitar 40 orang untuk 4 Kecamatan yang terdampak di Kabupaten Solok,” kata Novirman, sambil menyambung bahwa seluruh biaya pengobatan bagi pengungsi diberikan secara gratis.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Riki Amran mengatakan jumlah pengungsi bertambah menjadi 580 orang. Pengungsi tersebar di Jorong Sapan Salak, Air Batuang, Sapan Batu, Pasir Panjang, dan Balai Adat Nagari Pakan Rabaa Timur.***
TERKAIT