Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Rabu, 03 Juni 2020
 
Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15.490 Butir Ekstasi dari Jaringan Malaysia
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:28:27 WIB
Petugas kepolisian Polres Jakarta Barat memeriksa paket-paket sabu hasil penangkapan di Riau, Kamis. 
TERKAIT:
 
  • Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15.490 Butir Ekstasi dari Jaringan Malaysia
  •  

    toRiau -  Polda Riau berhasil menangkap tiga tersangka sindikat narkoba jaringan internasional asal Malaysia. Selain itu sebanyak 10 kilogram sabu-sabu berikut 15.490 butir pil ekstasi turut disita.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Suhirman kepada Antara di Pekanbaru, Selasa (16/7/2019), mengatakan tersangka ditangkap di Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru. Mereka memanfaatkan jalur Pantai Timur Provinsi Riau, tepatnya Pulau Bengkalis sebagai pintu masuk penyelundupan barang haram tersebut.

    "Pantai timur adalah jalur sutera masuknya narkoba ke Indonesia melalui Provinsi Riau dan diedarkan keluar Riau," katanya.

    Suhirman menjelaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan panjang yang bahkan membutuhkan waktu sebulan lamanya setelah Korps Bhayangkara menerima laporan masyarakat peredaran narkoba di wilayah Riau.

    Hasilnya, dua tersangka pertama berhasil dibekuk di sekitar pelabuhan RoRo Sungai Pakning dan Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada 3 Juli 2019. Kedua pemuda itu masing-masing berinisial D dan A. Dari tangan mereka disita 10 kilogram sabu-sabu dan 15.500 butir pil ekstasi.

    "Dari penangkapan pertama sengaja kita tidak mempublikasikan kepada media karena masih harus melakukan pengembangan," ujarnya.

    Dari pengembangan dua tersangka pertama itu, polisi kembali berhasil menangkap seorang tersangka lainnya di wilayah Kota Pekanbaru berinisial Bd. Dari tangan remaja berusia 19 tahun itu, Polisi menyita 500 butir pil ekstasi. Berbeda dari dua rekannya, Bd memiliki peran yang lebih berat yakni membawa narkoba dari Riau ke Sumatera Selatan.

    Ia menjelaskan ketiga tersangka merupakan jaringan yang sama dan memiliki peran berbeda. D merupakan tersangka utama yang bertindak sebagai pengendali jaringan tersebut. Sementara A dan Bd merupakan kaki tangan tersangka yang bertindak sebagai penyimpan dan kurir.

    "Tujuan akhir jaringan ini adalah mengirimkan narkoba ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan," ujarnya.

    Sementara Provinsi Riau hanya sebagai pintu perlintasan. Lebih jauh, tersangka D mengaku telah empat kali meloloskan pengiriman sabu-sabu. Setiap kali lolos, dia mendapat bayaran sebesar Rp20 juta dari bandar yang mengendalikan peredaran narkoba itu.

    Suhirman menegaskan, saat ini Polda Riau masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut termasuk mengungkap bandar besar sindikat tersebut. "Kita sudah kantongi identitasnya," tuturnya.

    Saat ini, ketiga tersangka dan barang bukti narkoba serta dua sepeda motor dan kendaraan roda empat diamankan di Polda Riau guna pengusutan dan pengembangan lebih lanjut. (**/ant)




     
    Berita Lainnya :
  • Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15.490 Butir Ekstasi dari Jaringan Malaysia
  •  
    Komentar Anda :

     
    Terpopuler +
    01 Paskhas TNI AU Bubarkan Massa yang Tolak Neno Warisman di SSK II Pekanbaru
    02 53 Orang Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Jabodetabek
    03 Syamsurizal-Zaini Mendaftar ke KPU Riau
    04 Danau Rusa yang Indah dan Alami Kini Jadi Destinasi Wisata Baru di Kampar
    05 Pemprov Riau Rampingkan OPD, ''Gemuk'' dan Sedikit Kerja Dipangkas
    06 Ditemukan Jejak Harimau Dekat Pemukiman di Pariaman
    07 Tolak Klaim Cina, Indonesia Kirim Tambahan Kapal Perang ke Natuna
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017 toRiau, all rights reserved