Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
  Jumat, 25 Juni 2021
 
Hadiri Raker di Istana Negara, Bupati Siak: APBD Belum Optimal Gerakkan Ekonomi
Rabu, 25 Oktober 2017 - 12:07:15 WIB
Bupati Syamsuar.

toRiau-Bupati Siak Syamsuar menghadiri Rapat Kerja Presiden dengan seluruh gubernur serta bupati/walikota seluruh Indonesia, Komplek Istana Negara, Jakarta.

Usai kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan mereka mendengarkan arahan langsung dari 3 Menteri Koordinator, yakni Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Koordinator Bidang PMK dan selanjutnya arahan oleh bapak Presiden Jokowi."Ada juga sesi tanya jawab cuma yang diberikan dari daerah timur sana Papua dan Sulawesi,"ujar Syamsuar.

Dijelaskan Syamsuar, arahan Presiden menyangkut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai belum optimal untuk menggerakkan ekonomi. Presiden Joko Widodo  menginginkan agar pemerintah daerah (Pemda) mengganti pola agar lebih efektif.

Berkaitan dengan ekonomi, yaitu ekspor presiden hanya titip, kunci pertumbuhan ekonomi negara sekarang ini bukan di APBN, APBN itu menstimulasi. Kuncinya hanya ada dua sekarang ini, yang pertama ekspor, yang kedua investasi. Ekspor kita ini memiliki kesempatan yang baik, tapi memang pasarnya masih melemah.

Dipaparkan juga, Presiden menyampaikan komoditas-komoditas Indonesia ini mulai banyak diterima di negara-negara non tradisional. Sekarang kita lihat pertumbuhan ekspor di negara-negara Afrika, di Asia Tengah, di Eropa Timur mulai masuk barang-barang kita. Ini terus dorong ekspor-ekspor seperti itu Kopi misalnya, lanjut Presiden, naik 20 persen pertumbuhannya, ini bagus sekali. Ia juga menambahkan bahwa kakao yang di dalam negeri saja kurang, sehingga daerah-daerah yang memiliki kebun-kebun kakao tahun depan perlu dilakukan peremajaan.

Memasuki tahun ke-4, Pemerintahan Presiden Jokowi–Wakil Presiden Jusuf Kalla terus mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan yang dilakukan saat ini tidak lagi Jawa Sentris tetapi sudah berorientasi Indonesia Sentris.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan yang ada. Pemerintah juga mendorong pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (mcr/adm)




 
Berita Lainnya :
 
Komentar Anda :

 
Terpopuler +
01 Pengunjung Padati Lapas Bengkalis Sempena Idul Fitri
02 Dua Pasien Positif Covid-19 di Inhil Dinyatakan Sembuh, 4 Masih Dirawat
03 Spirit Ramadhan Bagi Kaum Ibu
04 Diduga Tabung Gas Meledak, Rumah Warga Desa Kepenuhan Timur Ludes
05 Begini Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi
06 Harga Jual dan Buyback Emas Antam Naik Rp 6.000 per Gram
07 Prediksi Final Liga Champions, Juventus Vs Real Madrid
 
 
 
 
Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
© 2016-2020 toRiau, all rights reserved